TERAPI DENGAN AL QUR'AN
Firman Allah SWT dalam Al Qur'an :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌوَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّخَسَارًا
“ Dan Kami turunkan dari al Quran suatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian .” (QS 17: 82)
Kenapa Al-Qur'an itu disebut Syifa' (شفاء) bukan Dawa' (دواء)?
Karena Dawa' (obat) itu sarana penyembuhan yang kadang bisa sembuh dan kadang juga tidak bisa.
Adapun Syifa' itu sarana penyembuhan yang pasti, kalau dibaca secara ikhlas, yakin, dan berbaik sangka kepada Allah Ta'ala serta menanamkan dalam keyakinan kita bahwa hanya Allah lah sang Maha Penyembuh (الشافي)*.
*(Kitab "كيف تتخلص من السحر" . Prof.Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. 27-28.)
Alqur'an merupakan obat sempurna bagi seluruh penyakit :
✔Penyakit lahir maupun batin,
✔Penyakit Medis maupun non medis,
✔Penyakit dunia maupun akhirat.
Ibnul Qoyyim dalam kitab Zadul Ma'ad mengatakan:
" Siapa yang tak dapat sembuh dengan Al Qur'an, Allah takkan menyembuhkanya, dan barang siapa tidak mencukupkan diri dengan Al Qur'an maka Allah takkan memberinya kecukupan"
Terapi Al Qur'an bukan pengobatan alternatif melainkan pengobatan yang utama, boleh berobat denga cara yang lain (yang halal) tapi jangan lupakan / tinggalkan pengobatan dengan Al Qur'an ini.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagaimana Agar Syifa yang Dijanjikan Hadir dalam Kehidupan?
Obat yang sempurna akan bekerja sesuai sasaran, jika diresepkan oleh orang yang berpengalaman.
Begitu pula dengan Al Qur'an yang Allah janjikan sebagai kesembuhan.
Lihatlah betapa Allah memuliakan apapun yang terkait dengan Al Qur'an;
Jibril 'alaihissalam malaikat pembawa Al Qur'an menjadi Ar Ruhul Amin (gelar mulia maknanya Ruh yang sangat amanah).
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diturunkan kepada beliau menjadi Sayyidul mursalin (Penghulunya para Rasul).
Ramadhan bulan yang diturunkan Al Qur'an menjadi bulan yang penuh berkah.
Malam yang diturunkan Alqur'an menjadi Lailatul Qadar yang penuh keberkahan.
Bagaimana kita bisa mendapatkan kemuliaan Al Qur'an dalam mencari kesembuhan?
1. Terus memperbaharui niat.
Niatkan bahwa ayat yang dibaca sebagai bentuk doa yang dipanjatkan, dengan sepenuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan.
Rasulullah sallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى ...
“ Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan... ” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
2. Luruskan akidah.
Membaca ayat Quran sebagai bentuk permohonan pertolongan Allah swt, yang selalu diawali dengan pemurnian ibadah kepadaNya.
إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
-Sura Al-Fatihah, Ayah 5
Pastikan diri terlepas dari segala bentuk kesyirikan, bergantung kepada makhluk, mencari keuntungan, berharap pamor dan pujian.
Bersihkanlah hati dari segala hal yang mengotorinya.
Tak lagi menyimpan semua dendam, membiarkan kezholiman, ada rasa ujub (bangga hati) dan merasa lebih baik dari yang lain, rasa sombong dari semua makhluk dan terus menjaga adab berinteraksi dengan semua makhluk Allah.
3. Istiqomah mempelajari segala yang terkait dengan Al Qur'an.
Memperbaiki kualitas bacaan, pemahaman, hafalan, dan implementasi dalam setiap sendi kehidupan.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Manusia paling terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Alqur'an dan mengajarkannya.”
HR. Bukhari
Ulama mengatakan:
Selama engkau terus belajar, saat itulah kau disebut 'alim/berilmu. Namun saat kau merasa bisa dan tak mau belajar, saat itulah kau disebut jahil/bodoh.
Tak cepat puas dengan kualitas bacaan, terus belajar dan bertalaqqi Al Qur'an juga memahami setiap untaian kata dan makna dalam Al Qur'an.
Kelak Allah akan gunc
angkan hati setiap makhluk yang mendengarkan, jika Al Quran dibacakan dengan segenap pemahaman.
قُلۡ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبٗا
Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an),
يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلرُّشۡدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦۖ وَلَن نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدٗا
(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,
-Sura Al-Jinn, Ayah 1 - 2
4. Senantiasa menghadirkan segala perbaikan.
Memperbaiki ibadah, memperbaiki muamalah, memperbaiki ruhiyyah dan terus bermujahadah memohon bimbingan Allah yang Maha Menggerakkan dan senantiasa melepaskan diri dari segala kezaliman.
Ketika hal tersebut diamalkan, jadilah Al Qur'an sebagai penawar dan kesembuhan (biidznillah).
Boleh jadi belum hadir kesembuhan yang diharapkan, namun hati lebih kuat menerima segala cobaan.
Allah ridlo atas setiap langkah yang dilakukan.
Menjadi amal sholih yg bisa diandalkan menjadi pemberat timbangan.
ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
-Sura Al-Mulk, Ayah 2
Maka, tak pernah ada yang salah dalam Al Qur'an.
Tak pernah ada keraguan atas segala keutamaan yang Allah janjikan.
Satu yang perlu diperhatikan, siapa yang akan memainkan?
Syifa akan hadir bersamaan dengan perbaikan dalam setiap sendi kehidupan.
لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ
Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.
-Sura Al-Hashr, Ayah 21
Komentar
Posting Komentar